Rumah Indonesia UK established on July 15, 2020, tak lama setelah Brexit dimana negara Inggris memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Peristiwa ini menandai independensi UK dalam banyak hal termasuk dalam hal hubungan perdagangan internasional. UK yang pada masa sebelumnya lebih banyak memperoleh pasokan berbagai jenis produk dari negara Eropa lainnya antara lain Netherland, Germany dan beberapa negara Eropa lainnya, setelah brexit mulai gencar mencari sendiri sumber pasokan berbagai produk untuk dikonsumsi di UK. Brexit ini juga menandai Inggris bisa lebih leluasa meningkatkan volume perdagangan dengan Indonesia dari kedua arah.
Selepas Brexit Inggris bisa memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia, mengurangi hambatan perdagangan seperti tarif dan sebagainya, akses pasar antar kedua negara juga bisa diperluas. Rumah Indonesia UK memanfaatkan moment ini untuk menggali potensi perdagangan secara langsung dari pelaku usaha di Indonesia dengan potential konsumen di UK. Potensi perdagangan ini ada di sektor food and agrofood, fashion and jewelry, handicraft and home decor serta marine products. Rumah Indonesia juga akan menyediakan service di sektor tourism. Singkat kata, Rumah Indonesia UK didirikan sebagai gate to UK market, yaitu wadah untuk menjembatani perdagangan antara dua negara dan in the future dapat dijadikan sebagai ruang display aneka produk Indonesia
Menjadi wadah terpercaya untuk mempromosikan aneka produk dan jasa dari Indonesia di UK dan dunia sebagai upaya mempersiapkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
Mengusung produk dan Jasa dari Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing
Membangun SDM Indonesia yang berkualitas seiring dengan meningkatnya jumlah potential buyer dari UK dan mancanegara
Rumah Indonesia berangkat dari ide-ide kelima foundersnya. Berikut ini adalah lima founders Rumah Indonesia UK.